Tuesday, December 15, 2009

KHUTBAH JUM'AH

Tuesday, December 15, 2009
السلا م عليكم ورحمة الله و بركاته
الحمد لله رب الذي جعل لنا من ديننا ما فيه عبرة لاولي الالباب. اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له له الملك الوّها ب. واشهد انّ محمّدا عبده ورسوله النّاطق بالحقّ وفضل الجطاب. اللّهم صلّ وسلّم على سيّدنا محمّد وعلى اله واصحابه الاخيار. صلاة وسلاما دائمين وسلِّم تسليما كثيرا.
امّا بعد : اوصيكم وايّاي بتقوى الله فقد فا ز من اتّقي وخاب من طغى.

Kaum muslimin jama’ah jum’ah yang berbahagia….
Marilah kita bertakwa kepada Allah dengan senantiasa ingat kepada-Nya. Ingat kepada Allah SWT. Jangan hanya disaat menghadapi kesulitan atau mengalami kesusahan, tertapi sekali lagi ingatlah selalu kepada Allah, baik dalam keadan suka maupun duka. Memang menurut kebiasaan , orang baru ingat kepada Allah bila ia sedang dalam keadaan kesempitan dan kesedihan itu dapat teratasi, lalu lupalah ia kepada Allah Dzat yang menghilangkan kesusahan dan kesedihan.
Hilangnya rasa sedih adalah suatu ni’mat dari Allah yang harus disyukuri. Tetapi anehnya kita sering merasa nikmat, tanpa kita mengingat siapa sebenarnya yang menganugrahkan nikmat itu kepada kita. Karena kealpaan inilah kita bersyukur kepada Allah. Padahal orang yang tidak bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah di berikan kepadanya berarti ia telah mengingkari dan melupakan nikmat-Nya.
Sidang jama’ah yang berbahagia…
Perilaku dan tindak tanduk seseorang adalah pancaran dari aqidah dan kepercayaan yang bersemayam di dalam hati dan pikirannya. Jika aqidah seseorang baik dan mantap, akan baik pulalah dan mantap segala tingkah laku dan perbuatannya. Sebaliknya jika aqidahnya mengambang dan buruk akan menjadi buruk pulalah tingkah lakunya dan tidak menentu.
Karenanya maka aqidah yang berdasarkasn tauhid dan iman itu merupakan suatu kebutuhan rohaniyah yang vital bagi tiap manusia untuk menyempurnakan kepribadiannya dan menegakan sifat-sifat kemanusiaannya yang sejati. Dan dakwah kepada aqidah yang benar dan kepercayaan yang sesuai dengan fitrah manusia itulah yang pertama dilakukan oleh Rasullullah Saw dalam melaksanakan misi sucinya sebagaimana di wahyukan oleh Allah SWT kepadanya. Aqidah dan tauhid yang berarti kepercayaan kepada ke Esaan tuhan dan kepercayaan akan risalah kebenaran Nabi Muhammad Saw itulah yang di jadikan batu pertama oleh Rasullulah Saw dalam pembinaan umat dan Negara.
Aqidah dan iman yang mantap dalam jiwa seseorang akan mengangkat ia ketingkat moral yang luhur yang menjauhkannya dari sifat-sifat materialistis, egoistis, kikir, pengecut dan lain-lain sifat yang bersumber dari pengagungan yang berlebih-lebihan kepada kebendaan dan keduniawiaan. Sebaliknya akan dapat di harapkan dari orang yang demikian itu lahirnya perbuatan-perbuatan dan tingkah laku yang bersifat kesatriaan, kejantanan, filantropisme dan sebagainya.
Allah Swt Berfirman :
                  •        ••   
Artinya:
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,
Pohon itu memberikan buahnya pada Setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.
Termasuk dalam kalimat yang baik ialah kalimat tauhid, segala Ucapan yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran serta perbuatan yang baik. kalimat tauhid seperti laa ilaa ha illallaah (Ibrahim 24-25).

Maka perumpamaan iman itu adalah seperti pohon-pohon yang berbuah yang tidak putus-putus buahnya di musim panas maupun musim hujan, di waktu malam maupun siang. Demikian seorang mukmin tertangkatlah baginya ke sisi Allah amal-amal shalehnya pada tiap waktu dan tiap saat.
Perlu di ketahui terjangkaunya sebuah cabang agama adalah oleh iman.
Rasullullah Saw bersabda :
الايمان بضع وستون شعبة والحياء شعبة من الايمان.
Artinya :
Iman itu ada enam puluh cabang lebih. Dan sifat malu itu adalah salah satu cabangnya (HR. Bukhori dan Muslim).
Cabang-cabang iman itu adalah ada yang berhubungan dengan hati, ada yang berhubungan dengan lidah dan ada juga yang berhubungan dengan tubuh.
Adapun yang berhubungan dengan hati ialah aqidah dan kepercayaan yang mencakup:
Iman kepada adanya Allah, keesaan-Nya, dan bahwa tidak ada sesuatu yang menyerupai-Nya dan bahwa apa selain Allah adalah makhluk yang diciptakan.
Iamn kepada malaikat-malaikat Allah, kepada kitab-kitabNya, para Nabi dan pesuruhNya.
Iman kepada takdir baik dan buruknya.
Iman kepada hari terakhir (kiamat) termasuk di dalamnya soal pertanyaan kubur, hari kebangkitan kembali, hisab, mizan, sihrat, surga dan neraka.
Mencintai Allah serta cinta atau benci karena Allah dan di jalan Allah.
Mencintai Rasullullah Saw serta mempercayai kebesarannya termasuk di dalamnya bershalawat untuk beliau, mengikuti sunahnya, rela dan sabar atas segala qodho dan takdir Allah, bersyukur kepada Allah dan bertawakal kepadanya, berlaku rendah hati, menghormati yang lebih tua dan mengasihani yang lebih muda.
Cabang-cabang iman yang berhubungan dengan lidah diantaranya ialah :
Melafalkan dua kalimat shahadat
Membaca Al-qur’an
Mempelajari ilmu dan mengajarkannya
Berdoa dan berdzikin kepada Allah serta meninggalkan omongan yang tidak berguna.
Sedang cabang-cabang yang berhubungan dengan tubuh ialah :
Mensucikan badan sesuai dengan selera dan hukum.
M,enjauhi segala apa yang najis
Menutupi aurat
Melakukan shalat yang wajib maupun yang sunnah.
Mengeluarkan zakat.
Memberi makan kepada yang membutuhkan.
Menghormati tamu.
Memerdekakan hamba-hamba sahaya dan budak belian.
Melakukan puasa yang wajib maupun yang sunnah.
Melakukan haji dan umrah.
Melakukan I’tikaf.
Berhijrah dari tempat di mana islam di tindas dan di perangi.
Membayar fidyah dan kaffarat yang disemestinya.
Berbakti kepada kedua Ayah dan Ibu.
Taat kepada ulil amri.
Melakukan amal ma’ruf nahi munkar.
Berjihad di jalan Allah, dan masih banyak lagi.
Inilah iman di antaranya yang benar yang mencakun bagian aqidah, bagian aqidah dan bagian akhlak tatakrama yang harus mendasari cara hubungan manusia dengan sesamanya.
Kaum muslimin yang berbahagia…
Iman dengan pengertian diatas itulah yang di kehendaki oleh islam, dan dapat memperbaiki kehidupan dan meningkatkannya ketaraf yang membawa kemakmuran, kebahagiaan, kebajikan dan kemajuan lahir dan batin serta keadilan yang merata. Dan itulah iman yang memberi kenikmatan dan kebahagiaan kepada seseorang sebagai pribadi dan kelompok masyarakat sebagai jama’ah dan kesatuan.
Allah ta’ala berfirman :
         •    •      
Artinya :
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.( An Nahl :97).
Jika iman dalam dada seseorang dapat membuahkan amal-amal yang baik dan kelakuan terpuji, maka sebaliknya kekafiran dan kekosongan jiwa dari iman dan tauhid menjadi sumber kejahatan dan kemaksiatan menghancurkan kepribadian seseorang sebagai manusia serta melenyapkan segala keistimewaan yang di karuniakan oleh Allah kepada manusia sebagai khilafah-Nya di atas bumi.
Begitulah jika hati seseorang telah tertutup rapat sehingga tidak dapat di tembus cahaya iman dan tauhid, maka orang itu akan selalu di hinggapi kebingungan, keragu-raguan, kesempitan dada dan kesesakan nafas, serbagaiman di firmankan oleh Allah :
                  •            
Artinya :
Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. dan Barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.

جعلنا الله واياكم من الفائزينالامنين وادخلنا ووايّاكم فى عباده الصا لحين. وقل رّبّ اغفر ورحم وانت خيرالرّحمين

0 comments:

Post a Comment

 
PernAk PerNik HidUpKoe. Design by Pocket