Sobat muda, pernah gak kita berfikir apa yang nanti kita raih untuk masa depan? mimpi dan cita-cita atau apalah itu, asalkan jangan sampai kita bingung or nge-blank menentuan masa depan. Karena gagal merencanakan sama artinya merencanakan kegagalan. Langkah awal meraih kesuksesan adalah keberanian untuk bermimpi. Walaupun pemuda sekarang paling demen sama aktivitas nongkrong, nomat (nonton hemat), atau log-in facebook dan lain-lain. Sebenernya itu nggak masalah. Yang penting jangan sampai mendominasi hati, pikiran, dan waktu kita sehingga melupakan hal-hal penting lain dalam hidup. Coz … ada yang lebih penting yang harus digarisbawahi bahwa masa muda adalah masa pencarian jati diri. Siapa kita? Apa bakat kita?. Pemikiran kita tuh sudah harus menerawang ke arah sana . Kalau tidak, kita akan terus dililit oleh confusion yang tak berujung pangkal. Karena ternyata banyak ruang dalam diri kita yang masih kosong dan kita nggak tahu harus mengisinya dengan apa. Kasian kan ...? Padahal tak jarang pemuda diasumsikan sebagai potret negara. Artinya kualitas suatu negara akan terpandang dari sejauh mana potensi pemudanya.Pemuda adalah bagian dari investasi Bangsa yang harus selalu mampu membawa perubahan, perkembangan dan kemajuan. Gimana tuh…, Berat juga khan jadi pemuda? Makanya dari sekarang kita rentangkan persendian otot-otot tangan dan kaki kita, baca Bismillah, dan mulai menekuri to create something out of nothing. Kreatif berkarya tentunya.

Kreatif Berkarya, Kayak Gimana?
Saat ini memang bangsa kita dalam keadaan yang kurang beruntung. Masalah nggak ada habis-habisnya terus mendera. Namun demikian, sebagai bangsa yang besar dan kaya akan sumber daya dan begitu potensial, kita nggak boleh putus asa. Kitalah generasi muda yang merupakan solusi segala macam kesulitan bangsa.
Sebenarnya bangsa kita mempunyai sumber daya manusia yang memadai dan memiliki generasi muda yang bertalenta tinggi, pintar, produktif, dan siap bersaing bukan cuma di dalam tapi juga di luar negeri. Namun, kita coba tengok sejenak mekanisme pendidikan di negeri kita ini, bahwa beberapa sistem dan pola pendidikan di Indonesia hanya membentuk peserta didik menjadi “robot” yang kuat dan pintar yang sengaja diterjunkan untuk bersaing di pasar tenaga. Hal ini jelas akan memasung daya kreasi sehingga banyak yang mengalami kemandegan gagasan. Padahal nih, seharusnya pendidikan yang harus diterapkan di bumi pertiwi ini, mampu mencetak pemuda-pemuda yang karena penelitian. Bukan karena doktrin yang ditanamkan.
Kita lihat prestasi yang diraih oleh Masruri yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata internasional menjuarai catur tingkat ASEAN tahun 2007 dan hebatnya lagi sobat muda, dia termasuk 10 besar terbaik pecatur cilik dunia lho. Atau nggak salahnya kita lihat kesuksesan para pemuda yang udah berkarya di negara lain. India misalnya, para pemudanya mampu mencetak prestasi dalam bidang perfileman. Mereka menghasilkan 877 film dan 1.117 film pendek tahun 2003. dan film-filmnya itu diperkirakan mampu menarik penonton sebanyak 3,6 miliar orang pertahun atau satu miliar orang lebih banyak dari film produksi Holywood. Nurul, pemuda asal Indonesia tercatat sebagai salah satu ilmuwan di Jepang yang secara produktif telah berinovasi dalam bidang nano teknologi. Amazing banget khan..?
Beberapa cotoh itu kiranya cukup memberikan menstimulasi kita, kaum pemuda untuk mulai berfikir kreatif dan berkarya nyata. Amati hal terdekat yang dapat kita ciptakan. Manfaatkan peluang. Tulis dan laksanakan seluruh agenda harian kita, apa yang akan kita lakukan hari ini, kita mesti rencanakan sevelumnya. Ide bisa kita dapatkan di sekolah, di perpustakaan, di masjid, di jalan, di mall, di pasar, di gunung, di laut, dan dimana-mana.
Antara Berkarya dan Pondok Kita

Trus, gimana dengan kita yang ada di pondok? It’s okay!!. Banyak kegiatan ekskul dan lapangan pekerjaan yang siap memfasilitasi produktivitas kita di pesantren. Keberadaan pabrik roti, perusahaan air minum, pabrik tahu tempe , pelatihan jurnalistik dan koresponden, percetakan dan masih banyak lagi yang sudah cukup menjadi sarana transformasi bakat dan kreatifitas kita. Tinggal kita yang harus pintar-pintar menentukan prioritas. Jangan sampai karena semangat membara semata, trus ngambil tindakan gegabah dengan merangkulnya sekaligus. Hasilnya…bisa jadi malah berantakan.
Last but not least! sobat muda, biasanya kita udah mengkonsep rencana sematang mungkin, namun karena kita masih belum bisa menghilangkan tradisi ‘menunda’ yang ada malah rencana tinggallah rencana. Janji tak pernah sampai pada tahap realisasi. Itulah kita kebanyakan, terlalu muluk-muluk dalam berprinsip namun lemah melawn segala bentuk kemalasan. Ingat orang pintar adalah orang yang melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh orang bodoh hari ini. Tak ada waktu yang lebih tepat untuk memulai selain saat ini. Berkarya…yuuu…kk!!





0 comments:
Post a Comment